SIKAP ATAS PENERBITAN KARIKATUR NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Oleh
Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu Nashr
sumber http://www.almanhaj.or.id
*Kaum muslimin memiliki banyak potensi dan sumberdaya. Kaum muslimin memiliki minyak bumi, pelabuhan-pelabuhan strategis di dunia, perekenomian, simpanan kekayaan di bank-bank negara-negara barat, perdagangan eksport-import.
Semua ini adalah senjata ampuh yang wajib digunakan oleh kaum muslimin. Namun senjata yang paling ampuh dan terbesar untuk mengalahkan orang-orang kafir yang melecehkan agama kita, yaitu kita kembali kepada ajaran agama kita, berhukum dengan syariat nabi kita di dalam masyarakat kita. Inilah kekuatan terbesar !
Kita praktekkan aturan-aturan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita terapkan hukum-hukumnya. Kita kembali kepada Islam, kepada Al-Qur’an. Kita realisasikan syariat Allah. Dan hendaknya para da’i dan ulama berpura-pura lupa, -saya tidak mengatakan melupakan, akan tetapi berpura-pura lupa- dengan segala perselisihan [1] yang ada. Hendaknya mereka bersatu di atas satu kalimat dan prinsip. Hendaknya mereka memiliki satu sikap mulia, yang dengannya bersatu dalam memenangkan agama ini, membela Nabi, dan Al-Qur’an. Inilah jawaban saya terhadap pertanyaan tersebut. *
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun X/1427H/1426. Diambil dari Muhadharah Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu An-Nashr di Masjid Al-Karim, Pabelan, Surakarta, Ahad 19 Februari 2006]
_________
Foote Note
[1]. Perselisihan yang beliau maksud di sini tentunya adalah perselisihan yang dibolehkan, seperti masalah furu’ (cabang/fikih) dan bukan perselisihan masalah aqidah atau manhaj ,-pent

hyusqlinux@linuxmail.org