*MUSUH-MUSUH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH*

December 20, 2005

Penulis :* Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib*

*”Sesungguhnya kalian wahai Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mayoritas Ummat Islam di dunia ini. Karena itu kalian adalah pihak yang sepantasnya membikin perubahan positif pada Ummat Islam.”*

Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu adalah simbol para Ulama’ Ummat Islam yang mempunyai semangat pemahaman agama yang merujuk kepada As-Sunnah (yakni segenap ajaran Nabi Muhammad *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam*) dan kepada Al-Jama’ah (yakni pemahaman para Shahabat Nabi terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah). Pada prinsipnya mayoritas Ummat Islam adalah pengikut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dengan asumsi pada dasarnya Ummat Islam itu adalah orang yang memuliakan Nabi Muhammad *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam* dan
memuliakan pula Shahabat Nabi. Dan yang demikian ini adala h sikap mayoritas Ummat Islam. Pandangan yang demikian ini telah dinyatakan oleh para Ulama’ Ahlul Hadits, antara lain oleh Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’ie *rahimahullah* sebagai berikut:

“Sesungguhnya kalian wahai Ahlus Sunnah wal Jama’ah, adalah mayoritas Ummat Islam di dunia ini. Karena itu kalian adalah pihak yang sepantasnya membikin perubahan positif pada Ummat Islam.”

Dengan prinsip pandangan yang demikian ini, maka apa yang dikatakan sebagai musuh Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah berarti juga sebagai musuh Ummat Islam. Sehingga karenanya para musuh itu adalah sesungguhnya merupakan musuh bersama Ummat Islam dan bukan musuh kelompok tertentu saja.
Itulah sebabnya tulisan ini disuguhkan kepada segenap pembaca yang budiman,untuk kita memahami medan perlagaan yang sedang berkecambuk di dunia ini.

*MISI PERJUANGAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH*

Sebelum kita mengenali para musuh-musuh itu, kita perlu mengenali dari dekat tentang misi perjuangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sehingga diharapkan dengan demikian, kita dapat mengenali pula betapa genting dan bahayanya berbagai gerakan para musuh Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu. Misi
perjuangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah juga misi perjuangan mayoritas Ummat Islam. Karena itu misi perjuangan ini adalah perjuangan dari Ummat,untuk kepentingan Ummat, oleh Ummat. Adapun misi perjuangan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mengajarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya kepada segenap manusia baik Muslimnya maupun orang-orang kafirnya. Tentu yang diajarkan ialah pemahaman para Shahabat Nabi dan para Tabi’in terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits itu. Dan tidaklah pemahaman-pemahaman lain yang sangat banyak aneka ragamnya.

2. Mempelopori pengamalan Al- Qur’an dan Al-Hadits dengan pemahaman demikian dalam kehidupan sehari-hari.

3. Membersihkan berbagai kekeliruan pemahaman dan penyimpangan dari pemahaman para Shahabat dan Tabi’in terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits, dalam bentuk bid’ah, syirik, dan segala tahayyul dan khurafat.

Dengan ketiga misi perjuangan ini, Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang berciri khas sebagai berikut:

1. Para pejuangnya mempunyai ilmu dan *bashirah* (yakni kepekaan dalam memahami situasi dan kondisi ataupun dalam memperhitungkan kejadian yang akan datang). Karena perjuangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dilancarkan di atas ilmu dan bashirah.

2. Para Ulama’ sebagai rujukan dan sekaligus bimbingan dalam menjalankan tiga misi perjuangan tersebut di atas.

3. Tidak mengekor atau bertaqlid kepada siapapun dalam memahami dan mengamalkan agamanya. Karena Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa tidak ada yang ma’shum kecuali Nabi Muhammad *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam*. Selain beliau tetap mempunyai kemungkinan untuk bersalah.

4. Yang dinamakan ilmu itu hanyalah Al-Qu’ran dan As-Sunnah, sedangkan yang lainnya adalah berbagai pengetahuan yang harus ditundukkan kepada keduanya dan dikontrol oleh keduanya. Karena semua orang wajib mempelajari
Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sedangkan ilmu-ilmu selain keduanya kewajibannya sesuai dengan keperluan kaum Muslimin untuk kemaslahatan kehidupannya didunia dan paling jauh dalam kewajibannya adalah wajib kifayah.

5. Sabar dan istiqamah dalam melancarkan misi perjuangan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam segala keadaan.

6. Ikhlas dalam perjuangannya untuk Allah semata dan tidak untuk yang lainnya. Dalam rangka mengikhlaskan perjuangan ini, maka Ahlus Sunnah wal Jama’ah sa ngat tegas dalam perkara ketauhidan dan sangat anti pati terhadap segala bentuk perbuatan syirik.

7. Al-Ittiba’ yakni selalu mengikuti tuntunan Nabi Muhammad *Shallallahu’alayhi wa alihi wasallam* dalam segala perkara. Oleh karena itu Ahlus Sunnah wal Jama’ah selalu menjunjung tinggi As-Sunnah An-Nabawiyyah dan
menentang Al-Bid’ah Adh-Dhalalah.

8. Sangat mengutamakan persatuan dan kesatuan Muslimin di atas prinsip-prinsip Al-Qur’an dan As-Sunnah An-Nabawiyyah serta menetang segala bentuk perpecahan dalam berpegang teguh dengan keduanya.

9. Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan tersebut, Ahlus Sunnah wal Jama’ah sangat gigih menyerukan kepada kaum Muslimin untuk memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan cara pemahaman As-Salafus Shalih dan tidak menyimpang dari mereka. Sebab salah satu sumber utama perpecahan Ummat Islam
itu ialah bila terjadi kesimpangsiuran pemahaman terh adap Al-Qur’an dan As-Sunnah.

10.Merujukkan pemahaman Islam kepada As-Salafus Shalih, yakni generasi para Shahabat Nabi *Shallallahu ‘alayhi wa alihi
wasallam* yang mereka ini belajar Islam langsung dari beliau, kemudian generasi para Tabi’in sebagai generasi Muslimin yang belajar Islam dari para Shahabat. Dan generasi Tabi’it Tabi’in sebagai generasi Muslimin yang belajar Islam dari para Tabi’in. Tiga generasi tersebut dinamakan As-Salafus
Shalih. Generasi-generasi inilah yang selamat dari dominasi bid’ah dan syirik dalam pemahaman maupun pengamalan mereka terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena Allah dan Rasul-Nya memuji mereka sebagai sebaik-baik generasi.

11.Membangkitkan semangat kaum Muslimin untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan cara yang benar,
sebagai satu-satunya solusi segala problem Ummat Islam di seluruh dunia.

12.Memerangi dan memberantas segala bentuk kemusyrikan, kebid’ahan dan kemaksiatan sebagai sumber-su mber kesialan dan
malapetaka atas kaum Muslimin. Memerangi dan memberantasnya itu maksudnya adalah membebaskan kaum Muslimin dari kungkungannya.

Demikianlah beberapa langkah misi perjuangan dan ciri khas Ahlus Sunnah wal Jama’ah dimanapun mereka berada dan kapanpun mereka hidup serta siapapun dia dengan berbagai latar belakang bangsa, suku dan budayanya.

*BEBERAPA BENTUK PENJEGALAN DAN PENGHADANGAN*

Adalah merupakan Sunnatullah di dalam kehidupan ini bahwa
perjuangan di jalan Allah itu harus berhadapan dengan berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan. Hal ini telah dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

*”Demikianlah Kami jadikan bagi setiap Nabi itu, musuh dalam bentuk setandari kalangan manusia maupun dari kalangan jin yang saling mengilhamkan satu dengan lainnya omongan-omongan palsu yang menipu. Seandainya Tuhanmu berkehendak, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Oleh karena itu,
biarkanlah mereka berbuat d engan berbagai kepalsuan yang mereka lakukan.
Yang demikian itu Kami jadikan adalah agar condong kepada mereka hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan agar mereka ridha dengan berbagai kepalsuan itu dan agar mereka semakin tenggelam dalam berbagai penyimpangan itu. *(*Q.S. Al-An’am ayat 112-113*)

Rasulullah *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam* menjelaskan:

*”Tidaklah seorangpun membawa ajaran seperti yang aku bawa, kecuali mesti dia dimusuhi (oleh masyarakatnya).” *(*Ibnu Katsir* berkata: Diriwayatkan oleh *Al-Bukhari *juz 1 hal. 22 dan *Muslim* juz 1 hal. 139. keduanya dari hadits Ummul Mu’minin Aisyah *radhiyallahu ‘anha*, lihat *Tafsir Ibnu Katsir*juz 3 hal. 388)

Demikianlah Sunnatullah, bahwa jalan perjuangan ini penuh perlagaan melawan musuh-musuh dakwah di dunia ini. Sehingga dimanapun dan kapanpun serta siapapun yang mengibarkan bendera perjuangan Dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, pasti akan berhadapan dengan musuh- musuh dakwah dan pasti akan
menghadapi berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan dari para musuh-musuh dakwah itu.

Oleh karenanya, kita perlu mengenali dari dekat berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan terhadap dakwah ini, agar kita lebih dini dalam menyiapkan mental dalam menghadapinya. Bentuk-bentuk penjegalan dan penghadangan itu antara lain adalah sebagai berikut:

1. Mencerca para pejuang dakwah tersebut, untuk menjauhkan kaum Muslimin dari dakwah yang diserukannya. Hal ini diceritakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya: *”Sesungguhnya orang-orang yang berbuat jahat itu, mereka selalu menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang Mu’min itu lewat di hadapan mereka, maka mereka pun saling memberi isyarat ejekan terhadap kaum Mu’minin. Dan apabila mereka kembali pulang ke rumahnya, mereka pulang dengan perasaan besar diri. Dan apabila mereka melihat kaum Mu’minin, merekapun menyatakan: Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang sesat .” *(*Q.S. Al-Muthaffifin ayat 29-32)*
2. Mendengki terhadap segala kenikmatan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada para pejuang dakwah ini dan senang bila musibah menimpa para pejuang itu. Hal ini telah diceritakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya sebagai berikut:**

*”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang dari selain kalian sebagai orang dekat kalian. Karena mereka itu tidakkurang-kurangnya semangat mereka untuk menimpakan kepada kalian berbagai malapetaka. Mereka sangat kuat ambisinya untuk menyulitkan kalian. Sungguh
telah nyata kebencian mereka kepada kalian dari mulut-mulut mereka dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih besar. Sungguh Kami telah terangkan kepada kalian bukti-bukti tersebut bila memang kalian adalah orang-orang
yang berakal. Kalau kalian mencintai mereka, maka mereka sesungguhnya tidak mencintai kalian. Padahal kalian beriman kepada segenap isi Al-Qur’an ini.
Apabila mereka berjumpa dengan kali an, maka merekapun akan menyatakan: Kami beriman. Dan apabila mereka sendirian dengan sesama mereka, maka mereka pun menggigit jari mereka karena menahan kemarahan mereka kepada kalian.
Katakanlah kepada mereka: Mampuslah kalian dengan berbagai kemarahan kalian.
Sesungguhnya Allah Maha Tahu apa saja yang terbetik di hati. Bila kalian mendapat keberuntungan, merekapun merasa sakit hati, dan bila kalian mendapat malapetaka, merekapun gembira karenanya. Akan tetapi bila kalian dalam menghadapi segala sikap mereka itu dengan tetap bersabar dalam
mentaati Allah dan tetap bertaqwa kepada-Nya, maka segala makar mereka itu tidak akan merugikan kalian sama sekali. Sesungguhnya Allah Maha Menguasai segala apa yang mereka lakukan.”* (*Q.S. Ali Imran ayat 118-120*).

1. Melakukan upaya pengkaburan agama dengan menyimpangkan segala pengertian agama kepada apa yang dimaukan oleh hawa nafsunya. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya sebagai berikut:

*”Maka celakalah bagi orang-orang kafir dengan ancaman adzab yang pedih.Yaitu orang-orang yang lebih mencintai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menghalangi manusia dari jalan Allah serta mengupayakan untuk menyimpangkan jalan Allah itu. Mereka yang demikian itu dalam kesesatan yang
jauh.” *(*Q.S. Ibrahim ayat 2-3*)

Juga firman Allah Ta’ala yang menegaskan:

*”Dan orang-orang kafir itu pimpinan mereka ialah para thaghut (setan), yangmengeluarkan mereka dari cahaya kebenaran kepada kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.”* (*Q.S. Al-Baqarah ayat
257*).

1. Mencegah kaum Mu’minin untuk berdzikir kepada Allah di
masjid-masjid Allah dan mencegah mereka untuk mempelajari agama-Nya dan merusakkan masjid-masjid itu secara maknawi maupun secara hakiki. Padahal masjid adalah salah satu simbol utama pelaksanaan agama Allah dan peribadatan kepada-Nya. Hal ini dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalamfirman-Nya sebagai berikut ini:

*”Dan siapakah yang lebih dhalim dari orang-orang yang melarang orang untuk berdzikir kepada Allah di masjid-masjid-Nya dan berupaya untuk merusakkan masjid-masjid itu. Maka akibat kejahatan mereka itu, mereka dihukum dengan
tidak akan memasuki masjid-masjid itu kecuali dalam keadaan takut dan hina.
Mereka di dunia ini akan mendapatkan kehinaan dan di akhirat nanti akan mendapatkan adzab yang besar.”* (*Q.S. Al-Baqarah ayat 114*)

Cara mereka mencegah kaum Muslimin untuk berdzikir di masjid-masjid Allah itu bisa jadi dengan melarangnya secara langsung tanpa alasan yang syar’i,atau melarangnya dengan alasan yang seolah-olah syar’i. Umpamanya dengan dugaan bahwa majelis dzikir yang ada di masjid itu diajarkan padanya
berbagai kesesatan. Padahal itu hanya dalam bentuk dugaan belaka tanpadidasari oleh kepastian ilmiah untuk membikin dugaan itu. Yang demikian ini
adalah bentuk-bentuk pelarangan kaum Muslimin untuk berd zikir dimasjid-masjid Allah yang akan diancam dengan kehinaan di dunia dan adzab yang berat di akhirat.

1. Menakut-nakuti kaum Muslimin untuk beriman dan berislam dengan berbagai kengerian resiko beriman dan berislam itu. Cara ini dilakukan olehpara setan untuk mencegah adanya arus kegairahan beriman dan berislam dikalangan manusia dan jin. Hal ini sebagaimana yang diberitakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya berikut ini:

*”Hanyalah para setan itu selalu menakut-nakuti para pengikutnya atau menakuti kalian dengan para pengikutnya. Oleh karena itu, janganlah kalian takut mereka tetapi hendaklah kalian hanya takut kepada-Ku bila kalian memang benar-benar sebagai orang yang beriman.” *(*Q.S. Ali Imran ayat 175*)

Bahkan diberitakan oleh Allah Ta’ala tentang alasan mengapa kaum musyrikin Arab itu menolak beriman kepada Nabi Muhammad *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam*, sebagaimana pernyataan mereka sendiri:

*”Dan mereka berkata: Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya
kami diusir dari negeri kami.”* (*Q.S. Al-Qashas ayat 57*)

Jadi bayangan ketakutan kehilangan dunia terus menghantui orang-orang yang ingin beriman dan berislam. Sehingga orang yang setengah-setengah dalam niatnya ingin beriman dan berislam, akan terpelanting dari jalan Allah ini.
Atau minimal orang yang telah beriman dan berislam, akan dijangkiti oleh perasaan rendah diri dan penuh kekuatiran dalam menyatakan keimanan dan keislamannya.

Demikian berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan yang dilakukan oleh musuh-musuh dakwah ini dalam peperangan yang mereka lancarkan terhadap misi perjuangan Dakwah Salafiyah Ahlis Sunnah wal Jama’ah.

*PENUTUP*

Hidup di dunia memang adalah medan perlagaan antara pengikut hidayah dan taufiq Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam* berhadapan dengan para pengikut setan yang menghendaki untuk menyimpang dari hi dayah dan taufiq Allah Ta’ala. Hanya orang yang dibimbing
oleh hidayah dan taufiq Allah saja yang akan keluar sebagai pemenang dalam perlagaan ini. Orang-orang yang tidak mendapatkan hidayah dan taufiq itu, akan larut dalam berbagai manuver *syaithaniyah* yang selalu menjauhkan
orang yang masuk dalam perangkapnya dari jalan Allah dan Rasul-Nya. Semogakita semua diselamatkan oleh Allah Ta’ala dari berbagai jebakan kesesatan para tentara setan itu dan selalu melimpahkan kepada kita semua hidayah dan
taufiq-Nya. *Amin ya mujibas sailin*.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://hyusqlinux.blogsome.com/2005/12/20/musuh-musuh-ahlus-sunnah-wal-jamaah/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design