*MUSUH-MUSUH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH*

December 20, 2005

Penulis :* Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib*

*”Sesungguhnya kalian wahai Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mayoritas Ummat Islam di dunia ini. Karena itu kalian adalah pihak yang sepantasnya membikin perubahan positif pada Ummat Islam.”*

Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu adalah simbol para Ulama’ Ummat Islam yang mempunyai semangat pemahaman agama yang merujuk kepada As-Sunnah (yakni segenap ajaran Nabi Muhammad *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam*) dan kepada Al-Jama’ah (yakni pemahaman para Shahabat Nabi terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah). Pada prinsipnya mayoritas Ummat Islam adalah pengikut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dengan asumsi pada dasarnya Ummat Islam itu adalah orang yang memuliakan Nabi Muhammad *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam* dan
memuliakan pula Shahabat Nabi. Dan yang demikian ini adala h sikap mayoritas Ummat Islam. Pandangan yang demikian ini telah dinyatakan oleh para Ulama’ Ahlul Hadits, antara lain oleh Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’ie *rahimahullah* sebagai berikut:

“Sesungguhnya kalian wahai Ahlus Sunnah wal Jama’ah, adalah mayoritas Ummat Islam di dunia ini. Karena itu kalian adalah pihak yang sepantasnya membikin perubahan positif pada Ummat Islam.”

Dengan prinsip pandangan yang demikian ini, maka apa yang dikatakan sebagai musuh Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah berarti juga sebagai musuh Ummat Islam. Sehingga karenanya para musuh itu adalah sesungguhnya merupakan musuh bersama Ummat Islam dan bukan musuh kelompok tertentu saja.
Itulah sebabnya tulisan ini disuguhkan kepada segenap pembaca yang budiman,untuk kita memahami medan perlagaan yang sedang berkecambuk di dunia ini.

*MISI PERJUANGAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH*

Sebelum kita mengenali para musuh-musuh itu, kita perlu mengenali dari dekat tentang misi perjuangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sehingga diharapkan dengan demikian, kita dapat mengenali pula betapa genting dan bahayanya berbagai gerakan para musuh Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu. Misi
perjuangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah juga misi perjuangan mayoritas Ummat Islam. Karena itu misi perjuangan ini adalah perjuangan dari Ummat,untuk kepentingan Ummat, oleh Ummat. Adapun misi perjuangan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mengajarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya kepada segenap manusia baik Muslimnya maupun orang-orang kafirnya. Tentu yang diajarkan ialah pemahaman para Shahabat Nabi dan para Tabi’in terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits itu. Dan tidaklah pemahaman-pemahaman lain yang sangat banyak aneka ragamnya.

2. Mempelopori pengamalan Al- Qur’an dan Al-Hadits dengan pemahaman demikian dalam kehidupan sehari-hari.

3. Membersihkan berbagai kekeliruan pemahaman dan penyimpangan dari pemahaman para Shahabat dan Tabi’in terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits, dalam bentuk bid’ah, syirik, dan segala tahayyul dan khurafat.

Dengan ketiga misi perjuangan ini, Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang berciri khas sebagai berikut:

1. Para pejuangnya mempunyai ilmu dan *bashirah* (yakni kepekaan dalam memahami situasi dan kondisi ataupun dalam memperhitungkan kejadian yang akan datang). Karena perjuangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dilancarkan di atas ilmu dan bashirah.

2. Para Ulama’ sebagai rujukan dan sekaligus bimbingan dalam menjalankan tiga misi perjuangan tersebut di atas.

3. Tidak mengekor atau bertaqlid kepada siapapun dalam memahami dan mengamalkan agamanya. Karena Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa tidak ada yang ma’shum kecuali Nabi Muhammad *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam*. Selain beliau tetap mempunyai kemungkinan untuk bersalah.

4. Yang dinamakan ilmu itu hanyalah Al-Qu’ran dan As-Sunnah, sedangkan yang lainnya adalah berbagai pengetahuan yang harus ditundukkan kepada keduanya dan dikontrol oleh keduanya. Karena semua orang wajib mempelajari
Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sedangkan ilmu-ilmu selain keduanya kewajibannya sesuai dengan keperluan kaum Muslimin untuk kemaslahatan kehidupannya didunia dan paling jauh dalam kewajibannya adalah wajib kifayah.

5. Sabar dan istiqamah dalam melancarkan misi perjuangan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam segala keadaan.

6. Ikhlas dalam perjuangannya untuk Allah semata dan tidak untuk yang lainnya. Dalam rangka mengikhlaskan perjuangan ini, maka Ahlus Sunnah wal Jama’ah sa ngat tegas dalam perkara ketauhidan dan sangat anti pati terhadap segala bentuk perbuatan syirik.

7. Al-Ittiba’ yakni selalu mengikuti tuntunan Nabi Muhammad *Shallallahu’alayhi wa alihi wasallam* dalam segala perkara. Oleh karena itu Ahlus Sunnah wal Jama’ah selalu menjunjung tinggi As-Sunnah An-Nabawiyyah dan
menentang Al-Bid’ah Adh-Dhalalah.

8. Sangat mengutamakan persatuan dan kesatuan Muslimin di atas prinsip-prinsip Al-Qur’an dan As-Sunnah An-Nabawiyyah serta menetang segala bentuk perpecahan dalam berpegang teguh dengan keduanya.

9. Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan tersebut, Ahlus Sunnah wal Jama’ah sangat gigih menyerukan kepada kaum Muslimin untuk memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan cara pemahaman As-Salafus Shalih dan tidak menyimpang dari mereka. Sebab salah satu sumber utama perpecahan Ummat Islam
itu ialah bila terjadi kesimpangsiuran pemahaman terh adap Al-Qur’an dan As-Sunnah.

10.Merujukkan pemahaman Islam kepada As-Salafus Shalih, yakni generasi para Shahabat Nabi *Shallallahu ‘alayhi wa alihi
wasallam* yang mereka ini belajar Islam langsung dari beliau, kemudian generasi para Tabi’in sebagai generasi Muslimin yang belajar Islam dari para Shahabat. Dan generasi Tabi’it Tabi’in sebagai generasi Muslimin yang belajar Islam dari para Tabi’in. Tiga generasi tersebut dinamakan As-Salafus
Shalih. Generasi-generasi inilah yang selamat dari dominasi bid’ah dan syirik dalam pemahaman maupun pengamalan mereka terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena Allah dan Rasul-Nya memuji mereka sebagai sebaik-baik generasi.

11.Membangkitkan semangat kaum Muslimin untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan cara yang benar,
sebagai satu-satunya solusi segala problem Ummat Islam di seluruh dunia.

12.Memerangi dan memberantas segala bentuk kemusyrikan, kebid’ahan dan kemaksiatan sebagai sumber-su mber kesialan dan
malapetaka atas kaum Muslimin. Memerangi dan memberantasnya itu maksudnya adalah membebaskan kaum Muslimin dari kungkungannya.

Demikianlah beberapa langkah misi perjuangan dan ciri khas Ahlus Sunnah wal Jama’ah dimanapun mereka berada dan kapanpun mereka hidup serta siapapun dia dengan berbagai latar belakang bangsa, suku dan budayanya.

*BEBERAPA BENTUK PENJEGALAN DAN PENGHADANGAN*

Adalah merupakan Sunnatullah di dalam kehidupan ini bahwa
perjuangan di jalan Allah itu harus berhadapan dengan berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan. Hal ini telah dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

*”Demikianlah Kami jadikan bagi setiap Nabi itu, musuh dalam bentuk setandari kalangan manusia maupun dari kalangan jin yang saling mengilhamkan satu dengan lainnya omongan-omongan palsu yang menipu. Seandainya Tuhanmu berkehendak, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Oleh karena itu,
biarkanlah mereka berbuat d engan berbagai kepalsuan yang mereka lakukan.
Yang demikian itu Kami jadikan adalah agar condong kepada mereka hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan agar mereka ridha dengan berbagai kepalsuan itu dan agar mereka semakin tenggelam dalam berbagai penyimpangan itu. *(*Q.S. Al-An’am ayat 112-113*)

Rasulullah *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam* menjelaskan:

*”Tidaklah seorangpun membawa ajaran seperti yang aku bawa, kecuali mesti dia dimusuhi (oleh masyarakatnya).” *(*Ibnu Katsir* berkata: Diriwayatkan oleh *Al-Bukhari *juz 1 hal. 22 dan *Muslim* juz 1 hal. 139. keduanya dari hadits Ummul Mu’minin Aisyah *radhiyallahu ‘anha*, lihat *Tafsir Ibnu Katsir*juz 3 hal. 388)

Demikianlah Sunnatullah, bahwa jalan perjuangan ini penuh perlagaan melawan musuh-musuh dakwah di dunia ini. Sehingga dimanapun dan kapanpun serta siapapun yang mengibarkan bendera perjuangan Dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, pasti akan berhadapan dengan musuh- musuh dakwah dan pasti akan
menghadapi berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan dari para musuh-musuh dakwah itu.

Oleh karenanya, kita perlu mengenali dari dekat berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan terhadap dakwah ini, agar kita lebih dini dalam menyiapkan mental dalam menghadapinya. Bentuk-bentuk penjegalan dan penghadangan itu antara lain adalah sebagai berikut:

1. Mencerca para pejuang dakwah tersebut, untuk menjauhkan kaum Muslimin dari dakwah yang diserukannya. Hal ini diceritakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya: *”Sesungguhnya orang-orang yang berbuat jahat itu, mereka selalu menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang Mu’min itu lewat di hadapan mereka, maka mereka pun saling memberi isyarat ejekan terhadap kaum Mu’minin. Dan apabila mereka kembali pulang ke rumahnya, mereka pulang dengan perasaan besar diri. Dan apabila mereka melihat kaum Mu’minin, merekapun menyatakan: Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang sesat .” *(*Q.S. Al-Muthaffifin ayat 29-32)*
2. Mendengki terhadap segala kenikmatan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada para pejuang dakwah ini dan senang bila musibah menimpa para pejuang itu. Hal ini telah diceritakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya sebagai berikut:**

*”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang dari selain kalian sebagai orang dekat kalian. Karena mereka itu tidakkurang-kurangnya semangat mereka untuk menimpakan kepada kalian berbagai malapetaka. Mereka sangat kuat ambisinya untuk menyulitkan kalian. Sungguh
telah nyata kebencian mereka kepada kalian dari mulut-mulut mereka dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih besar. Sungguh Kami telah terangkan kepada kalian bukti-bukti tersebut bila memang kalian adalah orang-orang
yang berakal. Kalau kalian mencintai mereka, maka mereka sesungguhnya tidak mencintai kalian. Padahal kalian beriman kepada segenap isi Al-Qur’an ini.
Apabila mereka berjumpa dengan kali an, maka merekapun akan menyatakan: Kami beriman. Dan apabila mereka sendirian dengan sesama mereka, maka mereka pun menggigit jari mereka karena menahan kemarahan mereka kepada kalian.
Katakanlah kepada mereka: Mampuslah kalian dengan berbagai kemarahan kalian.
Sesungguhnya Allah Maha Tahu apa saja yang terbetik di hati. Bila kalian mendapat keberuntungan, merekapun merasa sakit hati, dan bila kalian mendapat malapetaka, merekapun gembira karenanya. Akan tetapi bila kalian dalam menghadapi segala sikap mereka itu dengan tetap bersabar dalam
mentaati Allah dan tetap bertaqwa kepada-Nya, maka segala makar mereka itu tidak akan merugikan kalian sama sekali. Sesungguhnya Allah Maha Menguasai segala apa yang mereka lakukan.”* (*Q.S. Ali Imran ayat 118-120*).

1. Melakukan upaya pengkaburan agama dengan menyimpangkan segala pengertian agama kepada apa yang dimaukan oleh hawa nafsunya. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya sebagai berikut:

*”Maka celakalah bagi orang-orang kafir dengan ancaman adzab yang pedih.Yaitu orang-orang yang lebih mencintai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menghalangi manusia dari jalan Allah serta mengupayakan untuk menyimpangkan jalan Allah itu. Mereka yang demikian itu dalam kesesatan yang
jauh.” *(*Q.S. Ibrahim ayat 2-3*)

Juga firman Allah Ta’ala yang menegaskan:

*”Dan orang-orang kafir itu pimpinan mereka ialah para thaghut (setan), yangmengeluarkan mereka dari cahaya kebenaran kepada kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.”* (*Q.S. Al-Baqarah ayat
257*).

1. Mencegah kaum Mu’minin untuk berdzikir kepada Allah di
masjid-masjid Allah dan mencegah mereka untuk mempelajari agama-Nya dan merusakkan masjid-masjid itu secara maknawi maupun secara hakiki. Padahal masjid adalah salah satu simbol utama pelaksanaan agama Allah dan peribadatan kepada-Nya. Hal ini dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalamfirman-Nya sebagai berikut ini:

*”Dan siapakah yang lebih dhalim dari orang-orang yang melarang orang untuk berdzikir kepada Allah di masjid-masjid-Nya dan berupaya untuk merusakkan masjid-masjid itu. Maka akibat kejahatan mereka itu, mereka dihukum dengan
tidak akan memasuki masjid-masjid itu kecuali dalam keadaan takut dan hina.
Mereka di dunia ini akan mendapatkan kehinaan dan di akhirat nanti akan mendapatkan adzab yang besar.”* (*Q.S. Al-Baqarah ayat 114*)

Cara mereka mencegah kaum Muslimin untuk berdzikir di masjid-masjid Allah itu bisa jadi dengan melarangnya secara langsung tanpa alasan yang syar’i,atau melarangnya dengan alasan yang seolah-olah syar’i. Umpamanya dengan dugaan bahwa majelis dzikir yang ada di masjid itu diajarkan padanya
berbagai kesesatan. Padahal itu hanya dalam bentuk dugaan belaka tanpadidasari oleh kepastian ilmiah untuk membikin dugaan itu. Yang demikian ini
adalah bentuk-bentuk pelarangan kaum Muslimin untuk berd zikir dimasjid-masjid Allah yang akan diancam dengan kehinaan di dunia dan adzab yang berat di akhirat.

1. Menakut-nakuti kaum Muslimin untuk beriman dan berislam dengan berbagai kengerian resiko beriman dan berislam itu. Cara ini dilakukan olehpara setan untuk mencegah adanya arus kegairahan beriman dan berislam dikalangan manusia dan jin. Hal ini sebagaimana yang diberitakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya berikut ini:

*”Hanyalah para setan itu selalu menakut-nakuti para pengikutnya atau menakuti kalian dengan para pengikutnya. Oleh karena itu, janganlah kalian takut mereka tetapi hendaklah kalian hanya takut kepada-Ku bila kalian memang benar-benar sebagai orang yang beriman.” *(*Q.S. Ali Imran ayat 175*)

Bahkan diberitakan oleh Allah Ta’ala tentang alasan mengapa kaum musyrikin Arab itu menolak beriman kepada Nabi Muhammad *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam*, sebagaimana pernyataan mereka sendiri:

*”Dan mereka berkata: Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya
kami diusir dari negeri kami.”* (*Q.S. Al-Qashas ayat 57*)

Jadi bayangan ketakutan kehilangan dunia terus menghantui orang-orang yang ingin beriman dan berislam. Sehingga orang yang setengah-setengah dalam niatnya ingin beriman dan berislam, akan terpelanting dari jalan Allah ini.
Atau minimal orang yang telah beriman dan berislam, akan dijangkiti oleh perasaan rendah diri dan penuh kekuatiran dalam menyatakan keimanan dan keislamannya.

Demikian berbagai bentuk penjegalan dan penghadangan yang dilakukan oleh musuh-musuh dakwah ini dalam peperangan yang mereka lancarkan terhadap misi perjuangan Dakwah Salafiyah Ahlis Sunnah wal Jama’ah.

*PENUTUP*

Hidup di dunia memang adalah medan perlagaan antara pengikut hidayah dan taufiq Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad *Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam* berhadapan dengan para pengikut setan yang menghendaki untuk menyimpang dari hi dayah dan taufiq Allah Ta’ala. Hanya orang yang dibimbing
oleh hidayah dan taufiq Allah saja yang akan keluar sebagai pemenang dalam perlagaan ini. Orang-orang yang tidak mendapatkan hidayah dan taufiq itu, akan larut dalam berbagai manuver *syaithaniyah* yang selalu menjauhkan
orang yang masuk dalam perangkapnya dari jalan Allah dan Rasul-Nya. Semogakita semua diselamatkan oleh Allah Ta’ala dari berbagai jebakan kesesatan para tentara setan itu dan selalu melimpahkan kepada kita semua hidayah dan
taufiq-Nya. *Amin ya mujibas sailin*.

Belajar Mencintai Seseorang Yg Tdk Sempurna Dgn Cara Yg Sempurna

December 12, 2005

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : “Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil” Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak… Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Oracle Database 10g (10.1.0.2) Installation On Fedora Core 2 (FC2)

December 10, 2005

Didalam artikel kali ini, Saya akan mendiskripsikan tentang instalasi Oracle Database 10g (10.1.0.2) pada Fedora Core 2. Artikel ini didasari pada instalasi Server Fedora Core 2 dengan minimum swapnya 2G dan dibawah ini adalah kelompok paket instalasinya:
ora
centang X Window System
centang GNOME Desktop Environment
centang KDE Desktop Environment
centang Editors
centang Graphical Internet
centang Text-based Internet
centang Server Configuration Tools
centang Windows File Server
centang Network Servers
centang Development Tools
centang Kernel Development
centang Administration Tools
centang System Tools

Alternative installations may require additional packages to be loaded in addition to the ones listed below.
centang Download Software
centang Unpack Files
centang Hosts File
centang Set Kernel Parameters
centang Setup
centang Installation
centang Post Installation
Download Sftware
Download the following software:
centang Oracle Database 10g (10.1.0.2) Software
Unpack Files
First unzip the files:
gunzip ship.db.cpio.gz
Next unpack the contents of the files:
cpio -idmv < ship.db.cpio
You should now have a single directory (Disk1) containing installation files.
Hosts File
The /etc/hosts file must contain a fully qualified name for the server:

Set Kernel Parameters
Add the following lines to the /etc/sysctl.conf file:
kernel.shmall = 2097152
kernel.shmmax = 2147483648
kernel.shmmni = 4096
kernel.sem = 250 32000 100 128
fs.file-max = 65536
net.ipv4.ip_local_port_range = 1024 65000
Run the following command to change the current kernel parameters:
/sbin/sysctl -p
Add the following lines to the /etc/security/limits.conf file:
* soft nproc 2047
* hard nproc 16384
* soft nofile 1024
* hard nofile 65536
Add the following line to the /etc/pam.d/login file, if it does not already exist:
session required /lib/security/pam_limits.so
Note by Kent Anderson: In the event that pam_limits.so cannot set privilidged limit settings see Bug 115442.
Setup
Install the following packages:
# From Fedora Core 2 Disk 1
cd /mnt/cdrom/Fedora/RPMS
rpm -Uvh setarch-1.4-1.i386.rpm
rpm -Uvh tcl-8.4.5-7.i386.rpm

# From Fedora Core 2 Disk 2
cd /mnt/cdrom/Fedora/RPMS
rpm -Uvh openmotif-2.2.3-2.i386.rpm

# From Fedora Core 2 Disk 3
cd /mnt/cdrom/Fedora/RPMS
rpm -Uvh compat-libstdc++-7.3-2.96.126.i386.rpm
rpm -Uvh compat-libstdc++-devel-7.3-2.96.126.i386.rpm
rpm -Uvh compat-db-4.1.25-2.1.i386.rpm
rpm -Uvh compat-gcc-7.3-2.96.126.i386.rpm
rpm -Uvh compat-gcc-c++-7.3-2.96.126.i386.rpm
Create the new groups and users:
groupadd oinstall
groupadd dba
groupadd oper

useradd -g oinstall -G dba oracle
passwd oracle
Create the directories in which the Oracle software will be installed:
mkdir -p /u01/app/oracle/product/10.1.0/db_1
chown -R oracle.oinstall /u01
Login as root and issue the following command:
xhost +
Edit the /etc/redhat-release file replacing the current release information (Fedora Core release 2 (Tettnang)) with the following:
redhat-3
Login as the oracle user and add the following lines at the end of the .bash_profile file:
# Oracle Settings
TMP=/tmp; export TMP
TMPDIR=$TMP; export TMPDIR

ORACLE_BASE=/u01/app/oracle; export ORACLE_BASE
ORACLE_HOME=$ORACLE_BASE/product/10.1.0/db_1; export ORACLE_HOME
ORACLE_SID=TSH1; export ORACLE_SID
ORACLE_TERM=xterm; export ORACLE_TERM
PATH=/usr/sbin:$PATH; export PATH
PATH=$ORACLE_HOME/bin:$PATH; export PATH

LD_LIBRARY_PATH=$ORACLE_HOME/lib:/lib:/usr/lib; export LD_LIBRARY_PATH
CLASSPATH=$ORACLE_HOME/JRE:$ORACLE_HOME/jlib:$ORACLE_HOME/rdbms/jlib; export CLASSPATH
LD_ASSUME_KERNEL=2.4.1; export LD_ASSUME_KERNEL

if [ $USER = “oracle” ]; then
if [ $SHELL = “/bin/ksh” ]; then
ulimit -p 16384
ulimit -n 65536
else
ulimit -u 16384 -n 65536
fi
fi
Installation
Log into the oracle user. If you are using X emulation then set the DISPLAY environmental variable:
DISPLAY=:0.0; export DISPLAY
Start the Oracle Universal Installer (OUI) by issuing the following command in the Disk1 directory:
./runInstaller
During the installation enter the appropriate ORACLE_HOME and name then continue with a “software only” installation.
Post Installation
As the oracle user issue the following commands:
cd $ORACLE_HOME/bin

mv oracle oracle.bin

cat >oracle < <"EOF"
#!/bin/bash

export DISABLE_HUGETLBFS=1
exec $ORACLE_HOME/bin/oracle.bin $@
EOF

chmod +x oracle
This should prevent the "ORA-27125: unable to create shared memory segment" being produced by the DBCA.

Edit the /etc/redhat-release file restoring the original release information:
Fedora Core release 2 (Tettnang)
Finally edit the /etc/oratab file setting the restart flag for each instance to 'Y':
TSH1:/u01/app/oracle/product/10.1.0:Y
For more information see:
centang Oracle Database Installation Guide 10g Release 1 (10.1) for UNIX Systems
centang Installing Oracle 9i on RedHat Linux 7.1, 7.2, 7.3, 8.0, 9 and on Red Hat Advanced Server 2.1
centang Oracle on Linux

Kajian Ustadz Yazid Jawas Masjid Al-Furqan-Jakarta

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Alloh semata. Sholawat dan salam
semoga tercurah kepada Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarga,
sahabat dan pengikutnya yang berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As-Sunnah
sesuai pemahaman Salafush as-Shalih.

Melalui mailing list As-Sunnah ini, saya sampaikan bahwa pengajian rutin
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas di Masjid Al-Furqan - Jakarta, akan
segera dimulai kembali setelah libur panjang dari bulan Ramadhan kemarin,
insya Alloh.

Hari / Tanggal : Selasa, 13 Desember 2005 M

Waktu : Jam 13.00 - 15.30 WIB [Ba’da Dzhuhur - Ashar]

Tempat
Masjid Al-Furqan
Jl. Kramat Raya 45, Jakarta Pusat

Materi
Kitab Riyadus Shalihin
Kitab Fathul Majid

Informasi
Abdullah 0818776765
Ilham Thabrani 08161622404

Distro-Cloth Baru

December 1, 2005

Buat Temen-temen yang mau bikin kaos+jacket+topi+dll

To Address Product
Jl.Ir.H Djuanda #4 Cicalengka
Bandung 40393
Ph/ (022) 7949456
nonamecloth@yahoo.com

noname

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design